Name: Erik Johansson Location: Gothenburg, Sweden Equipment: Canon EOS 5d mark II, Canon EF 24-70/2.8L USM, Canon EF 50/1.8, Canon EF 17-40/4L USM, Canon EF 70-200/4L USM, Elinchrom flashes
I am a 24 year old freelance photographer and student who currently lives in Gothenburg, Sweden. During this spring I am finishing my studies by doing my master thesis in Interaction Design, this makes me a quite busy person at the moment. It affects the amount of time I can put on photography this spring, but just drop me a mail if you have an interesting project which you would like me do be a part of. As I have got quite a lot of requests about buying prints I have decided to set up a shop in the future with limited editions of some of my photos. So stay tuned.
Google berhenti melakukan sensor di China dan menggeser mesin pencarinya. Manuver itu untuk menyiasati aturan dan mendapat keuntungan di pasar yang eksplosif negara itu.
Keputusan itu muncul setelah antara perusahaan internet paling kuat di dunia itu dengan pemerintah dengan negara yang penduduknya paling padat itu menemui jalan buntu.
Masih belum jelas apakah solusi Google itu akan memecahkan kebuntuan yang dimulai sejak 12 Januari, ketika Google menyatakan tidak akan mematuhi lagi persyaratan pemerintah China dengan menghilangkan beberapa hasil pencarian di internet.
Pengunjung ke layanan lama Google China, Google.cn kini diarahkan ke layanan berbahasa China yang berbasis di Hong Kong, di mana Google tidak menyensor hasil pencarian.
Halaman Hong Kong itu digembar-gemborkan saat terjadi pergeseran pada Senin (22/3) dengan tulisan "Selamat datang di rumah baru Google Search di China."
Situs ini juga mulai menampilkan hasil pencarian dalam karakter China yang disederhanakan dan digunakan di daratan China.
Namun hasil pencarian tidak semua dapat diakses di China, karena filter pemerintah negara itu membatasi link yang dapat diklik.
Google berencana untuk tetap mempertahankan insinyur dan kantor pemasaran di China dan terus menjual iklan dari mesin pencari versi bahasa Chinanya. Perusahaan yang berbasis di Mountain View itu juga berniat akan terus menawarkan layanan pemetaan dan layanan musik di Google.cn.
Tetapi pemberontakan melawan sensor itu bisa mengancam pertumbuhan Google, terutama jika China membalas dengan membuatnya lebih sulit bagi perusahaan itu untuk melakukan bisnis di negara itu.
Pemerintah China dapat bereaksi dengan memblokir akses ke layanan Google, seperti dengan benar-benar mematikan Facebook, Twitter dan YouTube yang juga dimiliki oleh Google.
Dalam sambutannya yang ditulis oleh media pemerintah China, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari Kantor Informasi Dewan Negara mengatakan Beijing "menentang tanpa kompromi" langkah yang dilakukan Google.
"Ini benar-benar salah," kata pejabat itu kepada kantor berita resmi Xinhua.