• Post 1
  • Post 2
  • Post 3
sebelum kau bosan, sebelum aku menjemukkan

Tawon Jamrud: Serangga Cantik Nan Kejam

share to fb

Apakah Anda pernah melihat , si serangga tangguh yang menjijikkan? Serangga inilah yang membuat orang yang melihatnya lari terbirit-birit karena ketakutan. Namun ternyata di alam hewan ini juga akan lari terbirit-birit bila bertemu dengan satu serangga yang bernama emerald wasp, atau bahasa Indonesianya . yang kulitnya berwarna hijau-biru metalik ini memanfaatkan, atau lebih tepatnya mengorbankan dalam siklus reproduksinya. Tanpa rasa kasihan menyuntikkan racun yang akan membuat menjadi . Mau tahu kelanjutannya, baca terus ya.

Nama ilmiah dari adalah Ampulex compressa. Hewan yang bersepupu dengan lebah ini dapat ditemukan di Asia bagian selatan, Afrika dan Kepulaun Pasifik. Serangga ini sempat dimanfaatkan sebagai alat biokontrol untuk mengendalikan hama di Hawaii oleh F.X. Williams pada tahun 1941. Namun metode ini gagal karena lebih senang bermukim pada suatu wilayah yang terbatas dan memburu hanya pada masa kawin.
Keunikan ini terletak pada perilaku betina pada saat bertelur. betina memanfaatkan hidup yang telah dilumpuhkan sebagai bagi keturunannya. betina yang akan bertelur mencari calon bagi anaknya. Video di bawah memperlihatkan bagaimana betina menyuntikkan racun ke tubuh si . Suntikan pertama diarahkan ke thoracic ganglion yang akan mengakibatkan kaki si lumpuh untuk sementara waktu. Kelumpuhan ini akan mempermudah untuk menyuntikkan racunnya yang kedua. Suntikan kedua dengan mudah diarahkan ke head ganglia atau otak si , lebih tepatnya di daerah gerakan refleks untuk melarikan diri diproses. Suntikan kedua ini menyebabkan si bagaikan , tetap hidup tapi diperbudak oleh si .
Setelah yakin calon bagi anaknya tidak dapat melarikan diri, menuntun untuk masuk ke dalam sarangnya. Karena ukuran yang lebih kecil dibanding , cara menggiring ke dalam sarang pun unik. menuntun dengan menarik salah satu antena si . Mungkin bila di dunia manusia, antena itu berfungsi seperti tali kekang yang digunakan untuk menuntun kuda atau anjing.
Setelah sampai di rumah baru yang sekaligus menjadi kuburan bagi si , kemudian memasukkan sepanjang 2 mm ke dalam abdomen atau perut . Sambil menunggu telurnya menetas, memasukkan kerikil-kerikil ke dalam sarangnya untuk mengurung dan mencegah masuknya predator ke dalam sarang tersebut. 3 hari kemudian berubah menjadi larva. Selama 4 hingga 5 hari larva memakan tubuh sambil mencari jalan untuk menuju ke saluran pencernaan si . Selama 8 hari, larva memakan organ dalam (jeroan) si . Tetap di dalam tubuh , larva berubah menjadi ulat, lalu membentuk kepompong. 4 minggu setelah berubah menjadi ulat, si kepompong kemudian menjadi dewasa.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts